Senin, 27 Desember 2010

KLB malaria

A.Pengertian Malaria
    Penyakit Malaria adalah penyakit yang disebabakan oleh parasit Malaria (plasmodium) bentuk aseksual yang masuk kedalam tuuh manusia yang ditularkan oleh nyamuk malaria (anopheles) betina (WHO. 1981).
    Penyakit Malaria endemis dibeberapa wilayah Indonesia, Parasit Malaria yang terbanyak ditenukan di Indonesia adalah plasmodium vivax, flasifarum atau campuran keduanya. Sementara plasmodium ovale malariae hanya pernah ditemukan di Sulawesi dan Irian Jaya.
    Batasan KLB Malaria adalah meningkatkan jumlah kesakitan baru dua kali atau lebih dibandingkan bulan yang sama dalam tahun lalu atau 1 bulan sebelimnya pada tahun yang sama disuatu wilayah, disertai adanya kematian karena gejala Malaria atau keresahan pada masyarakat.

B.Gambaran Klinis
Gejala klinis yang ditimbulkan oleh penyakit Malariapada dasarnya bagi penderita yang masih sensitif secara berurutan meliputi: menggigil (15-60 menit), demam (2-6 jam) anatara 37,5-40°C, berkeringat (2-4 jam). Gejala lain yang mungkin timbul adalah saklit kepala, mual atau muntah dan diare serta nyeri otot pegal-pegal pada orang dewasa.
Pada Penderita Malaria dengan komplikasi (berat) gejala yang timbul adalah gangguan kesadaran, kejang, panas tinggi, pucat/ anemia, mata dan tubuh menguning serta pendarahan hidung, gusi, saluran pencernaan, jumlah kencing bekurang (oliguri), tidak dapat makan dan minum, warna urien seperti tua  sampai kehitaman, dan nafas cepat.
Kasus Malaria adalah semua penderita Malaria dan semua penderita tersangka Malaria atau Malaria Klinis.


Penyakit Malaria dikatahui berdasarkan:
1.    diagnosa tersabgka Malaria yang disebut Malaria Klinis, yaitu penyakit malaria yang diketahui hanya berdasarkan.
2.    diagnosa laboratorium yang disebut positif Malaria atau penderita Malaria, yaitu penyakit Malaria yang diketahui berdasarkan pemeriksaan mikroskopis terhadap sediaan darah, dinyatakan positif jika pada pemeriksaan tersebut ditemukan plasmodium. Seseorang dapat ditulari oleh P. Falcifarum, atau P. Vivax/malariae atau campuran keduanya.

C. Etiologi
    Terdapat 3 type plasmodium penyebab penyakit malaria, yaitu plasmodium falsifarum penyebab malaria tropika,plasmodium vivax penyebab malaria tertiana, plasmodium malariae panyebaba malaria quartana.

D.Masa Inkubasi
Masa inkubasi pada tubuh manusia disebut masa inkubasi Intrinsik, yaitu wakyu manusia digigit nyamuk yang infectid (masuknya sporozoit) sampai timbul gejala klinis/demam kira-kira 12 hari untuk plasmodium falciparum, 15 hari untukplasmodium vivax, 28 hari untuk plasmodium malariae, dan 17 hari untuk plasmodium ovale.

E.  Sumber dan Cara Penularan
Sumber penyakit adalah manusia yang merupakan sebagai hoat intermediate dan nyamuk anopheles betina yang infected sebagai host devinitive.

F.    Pengobatan
Pengobatan ditujukan untuk mengurangi kesakitan, mencegah kematian, menyembuhkan penderita dan mengurangi kerugian akibat sakit. Disamping itu mencegah kemungkinan terjadinya penularan penyakit dari seseorang yang mengidap penyakit kapada prang sehat lainnya melalui gigitan nyamuk penular.


Pengobatan terdiri dari:
a.    Pengobatan Malaria klinis yaitu: pengobatan diberikan berdasarkan diagnsa klinis.
b.    Pengobatan radikal yaitu: diberikan berdasarkan diagnosa laboratorium.
c.    Pengobatan masal yaitu:pengobatan diberikan kepada semua penduduk diwilayah KLB.
d.    Pengobatan malaria berat yaitu: diberikan kepada penderita dengan gejala malaria berat.
e.    Pengobatan resisten yaitu: diberikan kepada penderita di suatu wilayah yang telah dinyatakan resisten berdasarkan uji efikasi obat terhadap plasmodium falciparum.
Disamping itu ada upaya pencegahan penularan melalui pangobatan yang disebut prophylaxis.
G.    kejadian luar biasa
a.    penyelidikan epidemiologi
Penyelidikan epidemiologi dilakukan apabila terjadi peningkatan kasus atau kematian malaria berdasarkan laporan pasif (unit pelayanan kesehatan), atau pun dari laporan Activie Case Detection (kunjungan rutin dari rumah ke rumah) atau berdasarkan hasil survei tertentu (misal kontak survei,Mass fever survei dll) serta laporan atau keresahan di masyarakat.
Penegakkan diagnosis KLB dilakukan berdasarkan:
-    gambaran distribusi gejala
-    pemeriksaan laboratium pada beberapa kasus klinis
-    gambaran epidemiologi kematian akibat malaria
pemastian KLB apabila memenuhi salah satu criteria sebagai berikut:
-    peningkatan jumlah kasus 2 kali atau lebih dibandingkan pada periode waktu bulan yang sama pada tahun sebelumnya atau dibandingkan pada bulan sebelumnya di suatu kecematan, desa/kelurahan.
-    Plasmodium falciparum dominan


Laporan penyelidikan epidemiologi sebaiknya dapat menjelaskan:
•    penetapan diagnosis KLB malaria

•    penyebaran kasus menurut waktu (minggu/bulanan)
a.    Membuat grafik fluktuasi kasus bulanan (insidens rate baik secara positif,klinis atau  laporan bulanan puskesmas.
b.    Membuat curva grafik kasus mingguan pada tahun kejadian di wilayah yang terjangkit, dibandingkan tahun sebelumnya, untuk menentukan kasus awal dan masa inkubasi KLB. Sumber data register puskesmas/ laboratorium.

•    Wilayah geografi (RT/RW,desa dan kecamatan),umur dan factor lainnya yang diperlukan, misalnya sekolah, tempat kerja, dsb.
a.    Membuat grafik distribusi kasus per lokasi yang menunjukan peningkatan saat ini disbanding pada tahun yabg lalu. Sumber data registrasi  puskesmas/laboratorium atau laporan bulanan puskesmas.
b.    Membuat spot map distribusi kasus (attack rate). Sumber data registrasi puskesmas/laboratorium.
c.    Distribusi kematian per lokasi dan adanya penderita malaria berat. Sumber data catatan puskesmas.
d.    Membuat table dan grafik kasus per lokasi berdasarkan golongan umur,jenis kelamin dan jenis pekerjaan, pada saat kejadian. Sumber data catatan puskesmas.

•    Peta wilayah berdasarkan faktor resiko lingkungan dan perilaku:
a.    Adanya tempat perindukan potensial pada wilayah tersebut atau kemungkinan jangkauan vektor ke wilayah tersebut. Sumber data hasil survey  pengamatan vektor.
b.    Perilaku masyarakat pada malam hari dan perilaku mencari pengobatan.
c.    Perilaku provider setempat.
d.    Hasil pengamatan vektor untuk mengetahui vektor yang berperan, perilaku vektor dan tempat perindukan potensial.
e.    Hasil pengamatan adanya perubahan lingkungan, atau adanya penduduk musiman.
f.    Hasil pengamatan terhadap iklim dan curah hujan.

•    Karakteristik penularan
a.    Terjadi penularan setempat yaitu apabila ditemukan vector, ditemukan tempat perindukan potensial, ditemukan kasus berumur dibawah 9 tahun positif malaria atau terdapat sekelompok wanita dengan positif malaria.
b.    Terjadi penularan di luar wilayah kejadian yaitu apabila tidak ditemukannya tanda-tanda penularan setempat.
•    Starus KLB pada saat penyelidikan epidemiologi dilaksanakan serta perkiraan peningkatan dan penyebaran KLB.
•    Rencana upaya penanggulangan:
    Penanggulangan
Penanggulangan yang dilakukan dengan bertujuan untuk mencegah atau membatasi penularan penyakit malaria di rumah penderita/ tersangka malaria dan lokasi sekitarnya serta ditempat-tempat umum yang diperkirakan dapat menjadi sumber penularan penyakit malaria lebih lanjut dengan langkah-langkah seperti berikut:
1.    pengobatan klinis kasus kepada penderita yang ditemukan di lapangan dan dibawa kerumah sakit.
2.    pengobatan masal pada seluruh penduduk yang berada diwilayah KLB dengan resiko penularan.
3.    pemberatasan vektor, dengan melakukan penyemprotan rumah atau upaya  lainnya yang diperkirakan dapat memutuskan mata penularansecepatnya seperti pemasangan kelambu berinsektisida atau larviciding.
    Surveilan ketat pada KLB







DAFTAR PUSTAKA

a.    Bres, P.Tindakan Darurat Kesehatan Masyarakat Pada Kejadian Luar Biasa Petunjuk Praktis,Gajah Mada University Press, cetakam pertama, 1995, Yogyakarta.
b.    Chin, James, Control Of Commuicable Diseases Manual, American Public Health Association, 17 th Editions, 2000, Washington.
c.    Ditjen Ppm-Pl, Depkes RI, Petunjuk Teknis Pelaksanaan SKD-KLB Penyakit Menular dan Keracunan,1995, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar